AKHIR SEBUAH PERMULAAN

Alhamdulillahirabbilalamin, puji dan syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga masih diberi kesempatan untuk menempati ruang dan waktu untuk melangsungkan kehidupan di dunia ini. KarenaNya pulalah kita semua diberi anugerah kelebihan berupa akal dan pikiran yang menjadikan kita berbeda dengan makhluk ciptaanNya yang lain. Akal pikiran yang dapat digunakan untuk belajar sehingga menjadi lebih baik Dengan akal dan pikiran tersebut kita semua, khususnya saya pribadi dapat menyerap berbagai ilmu pengetahuan, salah satunya filsafat (Filsafat Pendidikan Matematika) yang hampir genap satu semester dipelajari.
Sebelum memasuki semester enam ini, filsafat adalah sesuatu yang asing bagi pikiran saya. Saat mendengar kata filsafat yang terlintas di benak saya adalah sesuatu yang aneh, sulit dimengerti dan kadang merasakan bahwa filsafat itu adalah sesuatu yang “wah”. Sehingga ketika melihat dan mendengar ada orang yang berbicara tentang filsafat, yang saya pikirkan seolah-olah orang tersebut tampak berilmu tinggi dan pandai sekali tetapi mempunyai pola pikir yang aneh dan sulit dimengerti. Bahkan saya sempat beranggapan kalau terlalu dalam menyelam ke dunia filsafat lama-lama bisa jadi stres. Seperti itulah kurang lebih gambaran yang saya pikirkan tentang filsafat sebelum tahu apa itu filsafat.
Akhirnya setelah mengikuti perkuliahan Filsafat Pendidikan Matematika di semester enam ini saya menjadi semakin tahu seperti apa filsafat itu sebenarnya. Filsafat itu adalah olah berpikir kita tentang sesuatu (objek) yang ada dan yang mungkin ada. Sebetulnya konsep filsafat itu tidak sesulit, tidak seaneh yang dibayangkan selama ini. Jadi segala sesuatu bisa menjadi objek dari filsafat. Dalam berfilsafat tentu saja tidak pernah lepas dari memikirkan makhluk yang menciptakan kita, Tuhan, Allah SWT yang juga merupakan objek filsafat dengan kebenaran yang absolut. Hal inilah yang menepis anggapan saya bahwa filsafat itu berbahaya. Justru memahami filsafat kita akan menjadi kuat dengan syarat saat berfilsafat tidak hanya menggunakan pikiran saja, tetapi harus menggunakan hati dan pikiran. Yang berbahaya adalah jika berfilsafat tanpa menyelaraskan hati dan pikiran, selain bisa membahayakan orang lain juga bisa merusak pikiran dan bisa jadi menyebabkan stres.
Tak terasa semester enam sudah hampir berakhir. Begitu pula dengan salah satu mata kuliah di semester ini, Filsafat Pendidikan Matematika yang sudah menjelang pertemuan terakhir. Dengan berakhirnya mata kuliah ini bukan berarti sudah selesai, bukan berarti sudah tuntas dalam mempelajari filsafat. Karena filsafat sangat luas seluas-luasnya dan dalam sedalam-dalamnya. Filsafat itu adalah olah pikir dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga begitu luasnya filsafat itu dan tidak mungkin bisa selesai membahas semuanya hanya dalam satu semester. Yang dipelajari semua ini dalam satu semester hanya sebagian kecil, bahkan sangat-sangat kecil dari filsafat itu. Oleh karena itu saya menyadari bahwa meskipun filsafat di semester ini berakhir bukan berarti telah selesai, justru ini akan menjadi awal terbukanya pelajaran kita tentang filsafat yang selama ini asing di pikiran kita. Ini akan menjadi akhir dari sebuah permulaan kita menginjakkan kaki di dunia filsafat.
Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Dr. Marsigit yang selama satu semester ini mendampingi dan membimbing saya dan teman-teman. Saya menyadari sebagai manusia tak pernah luput dari kesalahan sehingga saya mohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang saya lakukan.

Komentar